Beranda > Berita > Sholat Berjamaah Diimami Camat Wajak, Bupati Malang Pimpin Pelaksanaan Shuling di Desa Dadapan

Sholat Berjamaah Diimami Camat Wajak, Bupati Malang Pimpin Pelaksanaan Shuling di Desa Dadapan

07 June 2026   |   BERITA

Bagikan:
Sholat Berjamaah Diimami Camat Wajak, Bupati Malang Pimpin Pelaksanaan Shuling di Desa Dadapan

WAJAK - Bupati Malang, Drs. H. M. Sanusi, M.M yang hadir bersama Ny. Hj. Anis Zaidah memimpin pelaksanaan kegiatan Subuh Keliling (Suling) di Masjid Al Munawaroh, Desa Dadapan, Kecamatan Wajak, Minggu (7/6) pagi. Abah Sanusi, sapaan akrab Bupati Malang yang juga didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Malang, Dr. Ir. Budiar, M.Si ini juga menyapa dan mengajak masyarakat untuk selalu meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT. 

Kegiatan diawali dengan sholat Subuh berjamaah yang diimami oleh Camat Wajak. Program Suling merupakan kegiatan rutin keagamaan dan pelayanan masyarakat. Berbagai layanan dihadirkan secara langsung seperti dukcapil, perizinan, cek kesehatan. Suling digagas Pemerintah Kabupaten Malang bersama Dewan Masjid Indonesia Kabupaten Malang. Acara ini dilaksanakan secara bergilir di berbagai masjid yang tersebar di wilayah 33 kecamatan. 

Dalam pelaksanaan Suling di Wajak, Bupati Malang juga menyerahkan sejumlah paket bantuan yang secara simbolis. Diantaranya, bantuan perawatan masjid yang diterima takmir masjid setempat, bantuan kasur oleh KOPRI Kabupaten Malang untuk ASN, dan paket bantuan melalui Baznas Kabupaten Malang yang diserahkan kepada perwakilan masyarakat. 

''Semoga kegiatan Suling yang sudah berjalan ke 143 ini juga ditindak lanjuti di tingkat kecamatan. Pak Camat bersama Forkopimcam dapat juga menggelarnya di wilayahnya. Syukur-syukur dapat meniru Pak Camat Wajak yang pagi ini bertindak menjadi imam dalam sholat Subuh berjamaah. Sholat Subuh ini merupakan sholat paling afdol dan pahalanya melebihi sholat-sholat lainnya," jelas Bupati Malang. 

Sinergi Forkopimda juga cukup kental dalam mendukung kegiatan Suling, meliputi oleh jajaran pejabat daerah, tokoh agama, MUI, Baznas, hingga tingkat kecamatan dan desa untuk mempererat silaturahmi dengan warga. Serta sebagai ajang memperkuat ukhuwah Islamiyah sekaligus mendengarkan aspirasi dan kebutuhan masyarakat secara langsung. (prokopim/poy)