Beranda > Berita > Sarasehan & Pembinaan Penghayat Kepercayaan

Sarasehan & Pembinaan Penghayat Kepercayaan

14 April 2026   |   BERITA

Bagikan:
Sarasehan & Pembinaan Penghayat Kepercayaan

Matic.malangkab.go.id kecamatan karangploso 13/04/2026

Dalam upaya merawat tradisi, meneguhkan keyakinan, serta memperkuat persatuan, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kab. Malang menyelenggarakan kegiatan Sarasehan & Pembinaan Penghayat Kepercayaan bersama Komunitas Penghayat Kepercayaan Kabupaten Malang. Kegiatan ini menjadi wadah dialog, pembinaan, serta penguatan nilai-nilai budaya dan spiritual yang hidup di tengah masyarakat.

Kegiatan ini mengusung tema “Merawat Tradisi, Meneguhkan Keyakinan, Menguatkan Persatuan,” kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman, mempererat silaturahmi antar komunitas penghayat kepercayaan, serta mendorong pelestarian warisan budaya bangsa yang sarat nilai kearifan lokal.

Dengan menghadirkan narasumber yang kompeten di bidangnya, yaitu:

• I Wayan Suardaya, S.P., M.Sos

• Moh. Djayusman

Selain menjadi ruang diskusi dan pembinaan, kegiatan ini juga diharapkan mampu memperkuat sinergi antara pemerintah, komunitas penghayat kepercayaan, serta masyarakat dalam menjaga keberagaman dan keharmonisan sosial di Kabupaten Malang.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan nilai-nilai luhur budaya bangsa tetap lestari dan menjadi perekat persatuan dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang Bapak Drs. Firmando H. Matondang., MM secara resmi membuka kegiatan Sarasehan dan Pembinaan Penghayat Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud komitmen pemerintah dalam memberikan perlindungan, pelayanan, dan pemenuhan hak-hak sipil bagi para penghayat kepercayaan. Selain itu, kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat tata kelola organisasi, melestarikan nilai-nilai luhur ajaran kepercayaan, serta meningkatkan kerukunan sosial demi menjaga persatuan bangsa.

Dialog interaktif antara peserta dan narasumber dalam Sarasehan Penghayat Kepercayaan membahas berbagai isu penting seperti akses layanan publik, pengakuan hak sipil, serta pelestarian tradisi. Kegiatan ini memperkuat komitmen bersama untuk menciptakan masyarakat yang inklusif dan harmonis. (Crytink/red)