Dukung Keberlanjutan Pariwisata, Kadisparbud Kab. Malang Lepas Mahasiswa KKN Tematik UNIRA di 15 Desa Wisata
matic.malangkab.go.id – Kepanjen (12/1) Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Kadisparbud) Kabupaten Malang, Drs. Firmando H. Matondang, MM, menghadiri sekaligus memberikan arahan dalam Seremonial Pemberangkatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Raden Rahmat (UNIRA) Malang Tahun Akademik 2026/2027. Acara ini berlangsung di Lapangan Parkir Kampus UNIRA Malang, Kepanjen, pada Senin (12/01/2026).
Kegiatan KKN Tematik kali ini mengusung tema "Penguatan Ekosistem Desa Wisata Berdampak dan Berkelanjutan". Ratusan mahasiswa dan mahasiswi UNIRA rencananya akan disebar di 15 Desa Wisata di wilayah Kabupaten Malang untuk melakukan pendampingan dan pengembangan potensi lokal.
Kadisparbud Kab. Malang Memberikan Sambutan di Depan Mahasiswa UNIRA (Foto:Budi)
Dalam sambutannya, Kadisparbud Drs. Firmando H. Matondang, MM menekankan bahwa kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat merupakan bentuk nyata sinergi antara dunia akademik dengan pemerintah daerah.
"KKN adalah implementasi nyata dari pembelajaran akademis dan pengabdian kepada masyarakat. Saya sangat bangga UNIRA dapat berkolaborasi dengan fokus pada penguatan ekosistem desa wisata di Kabupaten Malang," ujar Firmando.
Kadisparbud juga mengungkapkan bahwa membangun sebuah destinasi berbasis desa tidak bisa dilakukan secara instan. "Desa wisata tidak dibangun dalam sehari, seminggu, atau sebulan. Prosesnya panjang dan hasilnya biasanya baru akan dirasakan manfaatnya secara signifikan setelah 2 sampai 5 tahun ke depan," tambahnya.
Kepada para peserta KKN, Kadisparbud sendiri menitipkan 4 pesan agar mahasiswa mampu memberikan kontribusi teknis dan edukatif untuk Desa Wisata, antara lain:
1. Membantu desa dalam menyusun rencana pengembangan pariwisata yang terukur.
2. Mengidentifikasi potensi pariwisata baru yang unik dan belum tergarap (identifikasi produk wisata).
3. Menanamkan pola pikir sadar wisata kepada masyarakat melalui pendekatan akademis yang humanis.
4. Menjadikan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal sebagai basis utama pembangunan pariwisata agar tetap berkelanjutan.
Pelepasan secara simbolis oleh Rektor UNIRA bersama Kadisparbud Kabupaten Malang (Foto:Budi)
"Kedepan, kearifan lokal harus menjadi hal yang mendasar dan dipahami oleh seluruh stakeholder, termasuk akademisi. Mahasiswa harus bisa menjadi jembatan agar nilai-nilai ini tetap terjaga di tengah modernisasi pariwisata," tegas Kadisparbud.
Hadir pula dalam acara tersebut Rektor UNIRA Malang, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM), jajaran Dosen, serta Civitas Akademika UNIRA. Sinergi ini diharapkan mampu mempercepat terwujudnya Desa Wisata di Kabupaten Malang yang mandiri, berdampak ekonomi, dan tetap lestari secara lingkungan.
"Adilihung Harmony" Foto bersama dengan simbol dan Tagline Branding Pariwisata Kabupaten Malang (Foto:Budi)
Seremoni diakhiri dengan prosesi pemberangkatan ditandai dengan pelepasan secara simbolis oleh Rektor UNIRA bersama Kadisparbud Kabupaten Malang. Kehadiran para mahasiswa di 15 desa wisata ini diharapkan mampu membawa dampak nyata yang berkelanjutan, yang sejalan dengan visi UNIRA dalam melahirkan sarjana yang peduli terhadap pembangunan masyarakat berbasis potensi lokal. (Why)