Bupati Malang Hadiri Pelantikan 1.000 Pengurus PAC HKTI se-Kabupaten Malang
MALANG – Bupati Malang, Drs. H. M. Sanusi, M.M., menghadiri Pelantikan 1.000 Pengurus Anak Cabang (PAC) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kecamatan se-Kabupaten Malang yang dirangkai dengan Lomba Kekompakan Tim, bertempat di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Rabu (14/1) pagi. Pelantikan tersebut diawali dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara HKTI dan PT Regenerasi Kehidupan Nusantara selaku produsen pupuk Regen. Penandatanganan MoU disaksikan oleh Ketua DPD HKTI Jawa Timur H. M. Arum Sabil serta Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Malang, KH Misno Fadlol Hijja.
Dalam sambutannya, Ketua DPD HKTI Jatim yang akrab disapa Abah Arum menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bupati Malang atas dukungan nyata terhadap sektor pertanian. Menurutnya, izin penggunaan Pendopo Agung Kabupaten Malang menjadi simbol penghormatan negara kepada kaum tani. “Tempat ini memiliki nilai sakral. Tidak semua organisasi mendapat kesempatan berkegiatan di sini. Ini merupakan wujud konkret keberpihakan dan dukungan Bupati Sanusi kepada para pejuang pangan di Kabupaten Malang,” ujar Arum Sabil di hadapan ribuan kader HKTI.
Abah Arum menegaskan bahwa pelantikan 33 PAC HKTI bukan sekadar seremoni organisasi, melainkan momentum strategis dalam membangun fondasi bangsa melalui sektor pertanian. “Hari ini kita tidak hanya melantik pengurus, tetapi sedang menanam benih peradaban. Akar benih itu adalah petani, dan buahnya adalah kedaulatan pangan,” tegasnya.
Kehadiran lebih dari 1.000 pengurus dari tingkat desa dan kecamatan, lanjut Arum, menunjukkan bahwa pertanian di Kabupaten Malang merupakan kekuatan kolektif yang tumbuh dari akar rumput dan memiliki daya dorong nyata bagi pembangunan daerah.
Sementara itu, Bupati Malang Drs. H. M. Sanusi, M.M., dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada seluruh Pengurus Anak Cabang HKTI Kecamatan se-Kabupaten Malang yang resmi dilantik. Ia menegaskan bahwa Kabupaten Malang dianugerahi potensi pertanian yang luar biasa, mulai dari kesuburan tanah, ketersediaan sumber daya air, hingga keragaman komoditas pangan, hortikultura, perkebunan, dan peternakan.
Namun demikian, Bupati Sanusi menekankan bahwa kemajuan sektor pertanian tidak cukup hanya mengandalkan kekayaan alam, melainkan harus didukung oleh pemanfaatan teknologi, penguatan kelembagaan, inovasi, serta jejaring pasar yang solid. “HKTI memiliki peran strategis sebagai simpul penghubung antara petani dengan dunia industri, lembaga keuangan, dan pasar global. Sebagaimana sering disampaikan Presiden RI Prabowo Subianto, memuliakan petani adalah kunci, karena tanpa petani tidak ada pangan, dan tanpa pangan tidak ada bangsa,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Bupati Sanusi menyampaikan komitmen Pemerintah Kabupaten Malang dalam memperkuat sektor pertanian melalui berbagai kebijakan dan program, di antaranya penerapan teknologi pertanian modern, penguatan bibit dan riset, perluasan akses pembiayaan, pelatihan digital marketing produk pertanian, serta penataan rantai pasok dan sistem logistik.
Dengan dikukuhkannya PAC HKTI Kecamatan se-Kabupaten Malang, Bupati berharap HKTI dapat semakin dekat dengan petani di tingkat kecamatan dan desa, menyerap aspirasi lapangan, serta memperjuangkan kebutuhan riil petani. “Jangan berhenti pada pelantikan dan rapat-rapat semata. Jadikan HKTI organisasi yang hidup, produktif, dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan petani,” pesannya.
Bupati Sanusi juga mengingatkan bahwa tantangan sektor pertanian ke depan akan semakin kompleks, mulai dari perubahan iklim ekstrem, fluktuasi harga pupuk dan komoditas, keterbatasan regenerasi petani muda, hingga tekanan global terhadap ketahanan pangan. “Semua ini menuntut kerja kolaboratif. Pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendiri, dunia usaha tidak bisa bergerak sendiri, dan petani tidak dapat berjuang sendirian,” pungkasnya. (prokopim/dhe)