Bupati Malang Berikan Arahan Pada Bimbingan Manasik Haji Calon Jemaah Haji Kab. Malang Tahun 1447 H
MALANG - Bupati Malang Drs. H. M. Sanusi, M. M., hadiri serta memberikan arahan pada Bimbingan Manasik Haji bagi Jemaah Haji Kabupaten Malang Tahun 1447 H / 2026 M, di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Sabtu (14/2) pagi. Hadir pada kesempatan yang sama Para Alim Ulama, Jajaran Forkopimda Kabupaten Malang, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Jawa Tinur, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Malang, Jajaran Kepala Perangkat Daerah Kabupaten Malang, Ketua MUI Kabupatej Malang, Ketua DMI Kabupaten Malang, Ketua Baznas Kabupaten Malang, PCNU Kabupaten Malang, Ketua FK KBIHU Kabupaten Malang, KBIHU se Kabupaten Malang, Calon PPIH Kloter, PPIH Arab Saudi, PHD dan Pembimbing Ibadah Haji KBIHU serta seluruh Calon Jemaah Haji.
Ibadah haji merupakan rukun Islam kelima yang memiliki makna sangat mendalam bagi setiap Muslim. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam Al-Qur’an, Surah Ali Imran ayat 97:
“Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu bagi orang yang mampu mengadakan perjalanan ke Baitullah.”
Ayat tersebut menegaskan bahwa haji bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan panggilan kehormatan dari Allah SWT sekaligus amanah besar yang harus ditunaikan dengan penuh keikhlasan, kesiapan lahir dan batin, serta tanggung jawab yang tinggi.
“Saya berharap Bapak/Ibu dapat memahami secara utuh tata cara pelaksanaan ibadah haji sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW, mempersiapkan diri secara fisik, mental, dan spiritual, serta menumbuhkan semangat kebersamaan, kesabaran, dan sikap saling tolong-menolong antar sesama jemaah,” ungkap Bupati Malang.
Perlu kita sadari bersama, ibadah haji bukan sekadar perjalanan fisik menuju Tanah Suci, melainkan perjalanan ruhani yang sarat makna menuju derajat takwa. Setiap langkah yang kita ayunkan bukan hanya perpindahan tempat, tetapi juga proses penyucian diri, pelurusan niat, dan penguatan keimanan kepada Allah SWT.
Di Tanah Suci, kita akan ditempa dalam berbagai keadaan. Kita belajar kesabaran saat harus menunggu dan mengantre, belajar keikhlasan saat berdesakan di tengah jutaan manusia dari berbagai bangsa, serta belajar disiplin dan ketertiban dalam mengikuti setiap rangkaian ibadah. Semua itu bukanlah sekadar ujian fisik, tetapi juga latihan mental dan spiritual yang membentuk pribadi yang lebih tawadhu, lebih sabar, dan lebih peduli kepada sesama.
“Saya juga berpesan agar Bapak/Ibu perbanyak membaca sholawat dan istigfar. Selain itu agar menjaga kesehatan sejak sekarang, baik fisik maupun mental, agar dapat menjalani seluruh rangkaian ibadah dengan lancar. Ikuti setiap arahan pembimbing dengan sungguh-sungguh, serta senantiasa menjaga sikap dan perilaku demi nama baik Kabupaten Malang sebagai daerah yang religius, santun, dan berakhlak mulia”, tegasnya. (prokopim/day)